DIGITALISASI TATA RUANG PESISIR DESA LEBETAWI BERBASIS GEOSPASIAL UNTUK MENDUKUNG PROGRAM KAMPUNG NELAYAN MAJU
DOI:
https://doi.org/10.51158/sj9k5t72Keywords:
Geospasial, Kampung nelayan maju, Peta tata ruang desa, SIGAbstract
Desa Lebetawi, Kota Tual, merupakan kawasan pesisir strategis yang telah ditetapkan sebagai lokasi penerima manfaat program nasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Permasalahan mendasar yang dihadapi adalah ketiadaan basis data spasial yang memadai, sehingga perencanaan pembangunan desa masih didasarkan pada perkiraan visual tanpa data metrik yang presisi. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memecahkan masalah tersebut melalui digitalisasi tata ruang pesisir menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif (participatory mapping) yang meliputi akuisisi data citra satelit resolusi tinggi untuk visualisasi eksisting, survei lapangan untuk validasi batas administrasi dan fasilitas sosial, digitasi dan pengolahan data spasial menggunakan perangkat lunak QGIS, dan penyerahan dan sosialisasi hasil kepada perangkat desa. Luaran utama dari kegiatan ini adalah Peta Administrasi dan Peta Tata Ruang Desa Lebetawi dalam format cetak dan digital. 10 perangkat desa mengikuti sosialisasi literasi peta, dan tingkat pemahaman peserta meningkat. Hasil pengabdian ini diharapkan menjadi data dasar yang krusial bagi Pemerintah Desa Lebetawi dalam merencanakan, memantau, dan mengevaluasi program KNMP, sehingga terwujud tata kelola kampung nelayan maju yang akurat dan berkelanjutan.
Abstract
Lebetawi Village, Tual City, is a strategic coastal area designated as a beneficiary location for the national Red and White Fishermen's Village program (KNMP) under the Ministry of Marine Affairs and Fisheries. The fundamental problem faced is the absence of an adequate spatial database, resulting in village development planning based on visual estimates without precise metric data. This community service activity aims to address this issue through the digitization of coastal spatial planning using Geographic Information System (GIS) technology. The implementation method was carried out participatorily, including acquisition of high-resolution satellite imagery, field surveys for administrative boundary validation and social facility mapping, spatial data digitization and processing using QGIS software, and delivery and socialization of results to village officials. The main output is the Administrative Map and Spatial Plan Map of Lebetawi Village in printed and digital formats. 10 village officials participated in map literacy socialization, and participants' comprehension level improved. The results of this activity are expected to serve as crucial baseline data for the Lebetawi Village Government in planning, monitoring, and evaluating the KNMP program, thereby realizing accurate and sustainable advanced fishermen's village governance.
Downloads
References
Arsyad, A. A., Sjaf, S., Hakim, L., Salsabila, J., Putri, S. P., Maulidya, S. E., Mustakiman, M., & Vayumi, M. N. (2021). Membangun Data Desa Presisi di Desa Bantarjaya, Kabupaten Bogor. Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat, 3(1), 49–58.
Kahfi, A., Sarjan, M., & others. (2020). Implementasi Peta Digital untuk Smart Village (Studi Kasus Desa Tammangalle, Polewali Mandar). Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Fakultas Ilmu Komputer Universitas Al Asyariah Mandar, 6(1), 13–18.
Marfai, M. A., Sekaranom, A. B., & Ward, P. (2015). Community responses and adaptation strategies toward flood hazard in Jakarta, Indonesia. Natural Hazards, 75(2), 1127–1144.
Sandri, D., Nur, A. A., Prasetiyo, N., & Purbandini, R. A. (2025). Perencanaan Tata Guna Lahan Melalui Pemetaan Partisipatif Desa Persiapan Warloka Pesisir. Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa, 6(1).
Syafi'i et al. (2025). Pembuatan Peta Indikatif Berbasis SIG untuk Mendukung Perencanaan Wilayah Desa. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(1), 5546–5551.
Baharuddin, Refki, A., & Fuady, A. (2020). Pemetaan Partisipatif untuk Percepatan Pembangunan Desa dan Kawasan di Desa Tambak Sarinah, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut. Aquana: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 52–60.




