PENGUATAN KESIAPAN KELEMBAGAAN PENDIRIAN KOPERASI SYARIAH BERBASIS ASET KOMUNITAS DI PRM BANGUNJIWO BARAT BANTUL
DOI:
https://doi.org/10.51158/xxt59s84Keywords:
Asset-Based Community Development, kapasitas kelembagaan, koperasi syariah, Pimpinan Ranting Muhammadiyah, tata kelolaAbstract
Pendirian koperasi syariah berbasis komunitas memerlukan kesiapan kelembagaan, pemahaman regulasi, kepatuhan prinsip syariah, dan rancangan usaha yang realistis sebelum koperasi beroperasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kesiapan kelembagaan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bangunjiwo Barat, Bantul, untuk mempersiapkan pendirian koperasi syariah melalui pemetaan aset komunitas, penguatan literasi legal-syariah, penyusunan tata kelola, dan perancangan model usaha. Program dilaksanakan pada 6 April 2026 di Masjid Al Yakin, Ngentak, dengan 40 peserta dari unsur PRM, Aisyiyah, organisasi otonom Muhammadiyah, dan calon pengelola koperasi. Pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dioperasionalkan melalui tahapan define, discovery, dream, design, dan destiny. Data diperoleh dari kuesioner kegiatan, observasi partisipatif, dokumentasi diskusi kelompok, dan dokumen rencana tindak lanjut. Hasil menunjukkan tersusunnya rancangan AD/ART, struktur organisasi, kanvas model bisnis, tim persiapan, dan rencana tindak lanjut 60 hari. Data evaluasi yang tersedia menunjukkan capaian pengetahuan pada indikator yang berbeda antara pra dan pascakegiatan sehingga tidak digunakan untuk mengklaim peningkatan statistik. Temuan menegaskan bahwa integrasi aset komunitas, kesiapan regulasi, dan nilai syariah merupakan fondasi awal yang penting, sedangkan legalitas, operasional usaha, akuntabilitas dana, dan kinerja jangka menengah tetap memerlukan verifikasi lanjutan.
Abstract
Establishing a community-based sharia cooperative requires institutional readiness, regulatory understanding, sharia compliance, and a realistic business design before operations begin. This community service program aimed to strengthen the institutional readiness of the Muhammadiyah Branch Leadership (Pimpinan Ranting Muhammadiyah/PRM) of Bangunjiwo Barat, Bantul, to prepare for the establishment of a sharia cooperative through community asset mapping, legal-sharia literacy, governance design, and business-model development. The program was conducted on 6 April 2026 at Al Yakin Mosque, Ngentak, involving 40 participants from PRM, Aisyiyah, Muhammadiyah autonomous organizations, and prospective cooperative managers. Asset-Based Community Development (ABCD) was operationalized through the define, discovery, dream, design, and destiny stages. Data were drawn from activity questionnaires, participatory observation, group-discussion documentation, and follow-up action-plan documents. The program produced draft articles of association/bylaws, an organizational structure, a business model canvas, a preparatory team, and a 60-day action plan. Available evaluation data used different indicators before and after the activity; therefore, they were not treated as a valid statistical pre-post comparison. The findings indicate that integrating community assets, regulatory readiness, and sharia values provides an important foundation for institutional preparation, while legal registration, business operations, fund accountability, and medium-term performance require further verification.
Downloads
References
Baehaqi, A., Maulidha, E., Ramadhanikar, N. S., & Meilinia, D. (2026). Penguatan kapasitas melalui pelatihan fikih muamalah dan akuntansi syariah bagi pengelola koperasi syariah di Kota Depok. Jurnal Pengabdian Masyarakat Tjut Nyak Dhien, 5(2), 233–247. https://doi.org/10.36490/jpmtnd.v5i2.2717
Bela, H. Y., Annshori, M. F., & Marshalita, M. (2024). Asset-Based Community Development: Program inovasi Kampung Bantar. Matra Pembaruan: Jurnal Inovasi Kebijakan, 8(1), 61–74. https://doi.org/10.21787/mp.8.1.2024.61-74
Cancerika, F. A., Wahab, M. F., & Widyanengsi, D. (2026). Ketahanan masyarakat berkelanjutan melalui Program Kampung Sehat Indonesia Power: Pendekatan Asset-Based Community Development. Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 10(1), 68–81. https://doi.org/10.21831/diklus.v10i1.101391
Dewan Syariah Nasional–Majelis Ulama Indonesia. (2021). Fatwa No. 141/DSN-MUI/VIII/2021 tentang pedoman pendirian dan operasional koperasi syariah. https://dsnmui.or.id/kategori/fatwa/
Fitrianingsih, D. (2023). Strategi awal pendirian koperasi dan pelatihan manajemen koperasi di Desa Ciherang Kecamatan Picung Kabupaten Pandeglang. Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram, 4(1), 87–95. https://doi.org/10.51673/jaltn.v4i1.1418
Harrison, R., Blickem, C., Lamb, J., Kirk, S., & Vassilev, I. (2019). Asset-Based Community Development: Narratives, practice, and conditions of possibility—A qualitative study with community practitioners. SAGE Open, 9(1), 2158244018823081. https://doi.org/10.1177/2158244018823081
Hetika, H., Sari, Y., & Harjanti, R. (2018). Upaya peningkatan keterampilan menyusun laporan keuangan bagi pengurus Koperasi Batik Tegalan Cempaka Mulya. Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming, 1(1), 22–28. https://doi.org/10.30591/japhb.v1i1.684
Hidayat, S., Wahidmurni, W., & Wahyuni, N. (2026). Embedding Mabadi Khaira Ummah into internal control systems to strengthen governance and performance in Islamic cooperatives: A case study of KSPPS Nusa Umat Sejahtera Semarang. Journal of Islamic Economics Lariba, 12(1), 419–442. https://doi.org/10.20885/jielariba.vol12.iss1.art15
Istyawan, A. (2025). Aplikasi methodology for participatory assessment dalam Asset-Based Community Development di Desa Mekarjaya Kabupaten Sumedang. Jurnal Penelitian Inovatif, 5(4), 2773–2782. https://doi.org/10.54082/jupin.1858
Januarti, I. (2019). Pendampingan pembentukan koperasi simpan pinjam sebagai upaya peningkatan produksi dan pendapatan produsen kerupuk kemplang di Desa Meranjat II Kecamatan Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir. Jurnal Pengabdian Sriwijaya, 7(1), 710–718. https://doi.org/10.37061/jps.v7i1.7544
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia. (2023). Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 8 Tahun 2023 tentang usaha simpan pinjam oleh koperasi. https://peraturan.bpk.go.id/Details/260414/permenkop-ukm-no-8-tahun-2023
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia. (2024). Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 2 Tahun 2024 tentang kebijakan akuntansi koperasi. https://peraturan.bpk.go.id/Details/308465/permenkop-ukm-no-2-tahun-2024
Kusmiati, E., Masyita, D., Febrian, E., & Cahyandito, M. F. (2023). A study on the determinants of successful performance of Indonesian cooperatives. International Journal of Social Economics, 50(9), 1285–1301. https://doi.org/10.1108/IJSE-02-2022-0078
Mahendrawati, N. L. M., Budiartha, I. N. P., Antara, I. W. W., & Mandasari, I. C. S. (2020). PkM pada Koperasi Simpan Pinjam Mas Sedana Merta Sempidi, Kelurahan Sempidi. International Journal of Community Service Learning, 4(4), 297–303. https://doi.org/10.23887/ijcsl.v4i4.29764
Morfi, C., Nilsson, J., Hakelius, K., & Karantininis, K. (2021). Social networks and member participation in cooperative governance. Agribusiness, 37, 264–285. https://doi.org/10.1002/agr.21660
Mulyaningtyas, M., & Wardana, D. (2025). Digitalisasi koperasi: Upaya menyeimbangkan stabilitas keuangan dan tantangan modernisasi. JIAI (Jurnal Ilmiah Akuntansi Indonesia), 10(2), 172–181. https://doi.org/10.32528/jiai.v10i2.4196
Rahajeng, D. K. (2022). The ethical paradox in Islamic cooperatives: A lesson learned from scandalous fraud cases in Indonesia’s Baitul Maal Wat Tamwil. Cogent Business & Management, 9(1), 2090208. https://doi.org/10.1080/23311975.2022.2090208
Republik Indonesia. (1992). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.
Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 tentang kemudahan, pelindungan, dan pemberdayaan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah.
Sacchetti, S., & Tortia, E. C. (2021). Governing cooperatives in the context of individual motives. International Journal of Social Economics, 48(2), 181–203. https://doi.org/10.1108/IJSE-09-2019-0579
Srirejeki, K., Faturahman, A., Warsidi, W., Ulfah, P., & Herwiyanti, E. (2020). Pemetaan potensi desa untuk penguatan badan usaha milik desa dengan pendekatan Asset Based Community-Driven Development. Warta LPM, 23(1), 24–34. https://doi.org/10.23917/warta.v23i1.8974
Srisusilawati, P., & Putra, P. A. A. (2025). Pendampingan koperasi syariah berbasis mesjid. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 10(6), 1562–1567. https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v10i6.9066
Syahdan, H. S., & Ibnu, A. R. (2021). Penguatan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pendirian lembaga keuangan mikro berbasis syariah di Desa Cianaga Kabandungan Jawa Barat. ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 65–69. https://doi.org/10.30997/almujtamae.v1i2.2915
Ure, C., Hargreaves, S. C., Burns, E. J., Coffey, M., Audrey, S., Ardern, K., & Cook, P. A. (2021). An asset-based community development approach to reducing alcohol harm: Exploring barriers and facilitators to community mobilisation at initial implementation stage. Health & Place, 68, 102504. https://doi.org/10.1016/j.healthplace.2020.102504
Wahyudi, W., & Listianti, Y. (2025). Penyuluhan manfaat koperasi berbasis syariah di Kabupaten Bandung Barat. JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat), 6(3), 1314–1325. https://doi.org/10.37339/jurpikat.v6i3.2364




