IMPLEMENTASI TEORI BEHAVIORISME PADA PROSES PEMBELAJARAN IPAS KELAS 4 DI SDN 2 NGINDENG
DOI:
https://doi.org/10.51158/6grtdz51Keywords:
kelas 4 sekolah dasar, penguatan positif, behaviorismeAbstract
Penerapan teori behaviorisme dalam pembelajaran merupakan upaya penting bagi siswa dan guru, terutama membantu siswa membentuk perilaku positif dan guru mengarahkan proses belajar secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi teori behaviorisme dalam pembelajaran IPAS serta dampaknya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di kelas
4 SDN 2 Ngindeng. Studi ini dilakukan menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan analisis dokumen. Berdasarkan wawancara, ditemukan bahwa strategi penguatan positif memainkan peran penting dalam meningkatkan rasa percaya diri siswa serta mendorong keterlibatan aktif mereka dalam pembelajaran. Hasil observasi menunjukkan bahwa penguatan positif diberikan kepada siswa setiap kali mereka berpartisipasi dalam diskusi kelas. Selain itu, guru menerapkan pengulangan materi sebagai strategi untuk memperkuat pemahaman siswa, namun perlu adanya variasi dalam metode pengulangan agar tidak menimbulkan kejenuhan. Analisis dokumen menunjukkan bahwa materi
yang diajarkan telah dirancang sesuai dengan prinsip penguatan positif dalam teori behaviorisme, meskipun dalam penerapannya masih ditemukan beberapa tantangan. Meskipun demikian, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi teori behaviorisme secara keseluruhan memberikan dampak positif terhadap pemahaman, keaktifan, dan motivasi siswa dalam pembelajaran IPAS.