MODELING, REINFORCEMENT, DAN SELF-EFFICACY DALAM PROSES PEMBELAJARAN DAN PENGGUNAAN BAHASA: SEBUAH TINJAUAN KUANTITATIF DESKRIPTIF
DOI:
https://doi.org/10.51158/1ajhhg51Keywords:
Modeling, Reinforcement, Self-efficacy, Pembelajaran BahasaAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh modeling, reinforcement, dan self-efficacy dalam proses pembelajaran dan penggunaan bahasa pada mahasiswa di Kota Bandung. Menggunakan metode kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui kuesioner dengan 71 partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modeling berpengaruh dominan dalam proses akuisisi dan penggunaan bahasa. Mayoritas responden memiliki kemampuan bahasa ibu (85%), bahasa domisili (88,5%), adaptasi terhadap bahasa mayoritas (86,5%), dan multilingual adaptif sehari-hari (94,6%). Aspek reinforcement terbukti mendorong pembelajaran bahasa melalui kemudahan interaksi sosial (91,7%), perubahan preferensi bahasa karena eksposur media atau lingkungan akademik (87,3%), serta kurangnya penguatan menyebabkan 61% responden mengalami language attrition. Self-efficacy memengaruhi keyakinan mempelajari bahasa baru (92,3%) dan ketahanan (83,4%), meski hanya 73,2% responden yang percaya diri dalam menggunakan bahasa baru dalam interaksi sosial.