RELEVANSI TEORI BELAJAR BEHAVIORISME TERHADAP PENDIDIKAN KEJURUAN AGRIBISNIS PERIKANAN DI SMK
DOI:
https://doi.org/10.51158/9rhtmy42Keywords:
Agribisnis Perikanan, Keterampilan Praktis, Pendidikan KejuruanAbstract
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat, dinamika ekonomi global, serta perubahan sosial mendorong dunia pendidikan untuk terus berinovasi, terutama dalam pendidikan kejuruan. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan dalam pembelajaran di SMK adalah teori belajar behavioristik, yang menekankan pada pembentukan perilaku melalui stimulus dan respons yang terukur. Pendekatan ini sangat cocok untuk pengembangan keterampilan teknis, seperti di jurusan Agribisnis Perikanan, di mana pengulangan dan penguatan positif berperan penting dalam membentuk kebiasaan kerja yang efektif. Teori behaviorisme, baik yang dikembangkan oleh Edward Lee Thorndike maupun John Broadus Watson, memberikan dasar bagi penciptaan lingkungan belajar yang mendukung serta pengulangan tugas praktis yang dapat memperkuat pemahaman dan keterampilan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi teori belajar behaviorisme dalam pendidikan di SMK, khususnya dalam mempersiapkan siswa untuk menjadi tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di era global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan penguatan positif dan lingkungan yang kondusif dapat meningkatkan keterampilan teknis dan perilaku siswa.