APOTIK HIDUP SEBAGAI STRATEGI PERMAKULTUR MEWUJUDKAN PENINGKATAN TANAMAN OBAT IMUNOMODULATOR

Authors

  • Jessyca Putri Choirunnisa Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng

DOI:

https://doi.org/10.51158/agriovet.v6i1.1114

Keywords:

Apotik hidup, imunomodulator, permakultur, tanaman obat

Abstract

Perubahan iklim akibat pemanasan global menyebabkan timbulnya berbagai penyakit yang menyerang tubuh manusia. Tanaman obat dengan aktivitas imunomodulator dapat meningkatkan imunitas tubuh untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit. Tulisan bertujuan untuk memberikan informasi mengenai jenis tanaman obat dengan aktivitas imunomodulator dan pengenalan apotik hidup sesuai prinsip permakultur. Metode penulisan disusun berdasarkan kajian literatur dari jurnal nasional dan internasional. Hasil review diperoleh beberapa tanaman obat untuk meningkatkan imunitas tubuh yaitu Zingiber officinale, Curcuma domestica, Curcuma xantorrhiza, Echinacea purpurea L dan Clitoria ternatea. Pengembangan tanaman obat secara mandiri dapat melalui apotik hidup dengan menanam berbagai tanaman obat secara organik pada lahan pekarangan rumah. Inovasi apotik hidup secara organik dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas tanaman obat, serta sesuai prinsip permakultur untuk menjaga kehidupan berkelanjutan.

Author Biography

Jessyca Putri Choirunnisa, Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng

Program Studi Agronomi, Fakultas Pertanian dan Peternakan, Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng

Downloads

Published

2023-10-31