PENDAMPINGAN MANAJEMEN KEUANGAN PADA PETERNAK LEBAH MADU DI KABUPATEN NGANJUK

  • Choirul Hana Universitas Kahuripan Kediri
  • Riswan Eko Wahyu Susanto Polinema PSDKU Kediri
  • Rico Anggriawan Universitas Kahuripan Kediri

Abstract

Abstrak
 

Madu adalah zat manis alami yang dihasilkan lebah dengan bahan baku nektar bunga. Pada saat musim penghujan nektar sulit ditemukan karena tidak ada tanaman yang berbunga. Hal tersebut menyebabkan madu yang dihasilkan oleh peternak lebah madu mengalami penurunan yang sangat drastis, menurut pengalaman Bapak Bahrudin dari 80 kotak lebah madu yang dimiliki ketika musim hujan hanya mampu bertahan 10 kotak lebah madu, pada masa seperti ini bisa disebut sebagai masa paceklik. Tidak adanya nektar bunga ini membuat peternak lebah madu harus mengganti nektar tersebut dengan cairan gula. Dalam setiap minggunya untuk memberi makan lebah madu dalam 100 box membutuhkan 50 kg gula pasir. Gula pasir ini dicairkan kemudian dimasukan dalam box sebagai pengganti nektar agar lebah madu dapat bertahan hidup. Pada masa seperti ini madu yang dihasilkan oleh lebah tidak boleh dipanen karena mengandung banyak glukosa atau dikalangan peternak lebah madu di sebut madu aspal (asli tapi palsu), tetapi untuk peternak madu yang tidak memperhatikan kualitas madunya mereka tetap memanenya. Sedangkan untuk menghasilkan madu yang berkualitas harus benar – benar berasal dari nektar. Hal tersebut semakin memperburuk kondisi keuangan peternak lebah madu dimana tetap mengeluarkan biaya untuk perawatan lebah madu tetapi tidak ada pendapatan karena madu tidak dapat dipanen. Kondisi paceklik seperti ini membuat peternak lebah madu mencari sumber pendanaan dari berbagai lembaga keuangan baik perbankan maupun lembaga keuangan bukan bank namun sulit mendapatkanya karena mereka tidak memiliki laporan keuangan yang tersusun dengan baik sehingga untuk mendapatkan pendanaan yang cepat mereka harus menjual asset pribadinya. Ketika musim panen mereka menginvestasikanya kembali. Berdasarkan analisis permasalahan tersebut diatas, pengabdi memberikan solusi dengan melakukan pendampingan penyusunan laporan keuangan dan manajemen keuangan untuk mendapatkan pendanaan di lembaga keuangan dan tidak lagi menjual aset pribadi. Metode pelaksanaan pengabdian ini adalah interview, sosialisasi dan pendampingan. Dari pelaksanaan pengabdian tersebut luaran kegiatan yang akan dicapai adalah adalah publikasi di jurnal nasional ber ISSN, video pelaksanaan yang dapat diakses di youtube, publikasi di media cetak, buku referensi dan karya seni terapan.


Kata kunci:  Manajemen, Keuangan, Peternak, Lebah, Madu

 


 


Abstract


 


Honey is a naturally sweet substance produced by bees from flower nectar. During the rainy season, nectar is hard to find because there are no flowering plants. This causes the honey produced by honey bee breeders to experience a very drastic decline. According to Mr. Bahrudin's experience, from the 80 honey bee boxes he owned during the rainy season, only 10 boxes of honey bees can last. The absence of flower nectar makes honey beekeepers have to replace the nectar with liquid sugar. In every week to feed honey bees in 100 boxes requires 50 kg of sugar. This granulated sugar is liquefied and then put in a box as a substitute for nectar so that the honey bees can survive. At times like this, honey produced by bees should not be harvested because it contains a lot of glucose or honey bee breeders call it asphalt honey (real but fake), but for honey farmers who do not pay attention to the quality of the honey they still harvest it. Meanwhile, to produce quality honey must really come from nectar. This worsens the financial condition of honey bee farmers, where they still pay for honey bee care but they have no income because honey cannot be harvested. This poor condition makes honey bee breeders look for sources of funding from various financial institutions, both banks and non-bank financial institutions, but it is difficult to get them because they do not have well-structured financial reports so that to get fast funding they have to sell their personal assets. When it's harvest season they reinvest it. Based on the analysis of the problems mentioned above, the service provider provides a solution by assisting in the preparation of financial reports and financial management to obtain funding at financial institutions and no longer sell personal assets. The method of implementing this service is interview, socialization and mentoring. From the implementation of this service, the outputs of the activities to be achieved are publications in national journals with ISSN, implementation videos that can be accessed on YouTube, publications in printed media, reference books and applied art works.


 


Keywords: Management, Finance, Breeders, Bees, Honey

Published
2020-11-20
How to Cite
HANA, Choirul; SUSANTO, Riswan Eko Wahyu; ANGGRIAWAN, Rico. PENDAMPINGAN MANAJEMEN KEUANGAN PADA PETERNAK LEBAH MADU DI KABUPATEN NGANJUK. Jurnal Abdikmas, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 66-73, nov. 2020. ISSN 2745-9993. Available at: <https://ejournal.kahuripan.ac.id/index.php/abdikmas/article/view/401>. Date accessed: 17 apr. 2021.