PELATIHAN REBANA MAULID UNTUK MEMBENTUK GRUP MAULID ANAK DI DESA BINCAU MARTAPURA
DOI:
https://doi.org/10.51158/g7qm1n45Keywords:
anak, maulid, pelatihan, rebana, seni keagamaanAbstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menyediakan ruang pembelajaran keagamaan yang kreatif bagi anak sekaligus menjaga keberlanjutan seni musik rebana dan tradisi pembacaan maulid di lingkungan masyarakat. Desa Bincau, Martapura, Kabupaten Banjar memiliki lingkungan sosial-keagamaan yang memungkinkan seni maulid dikembangkan sebagai aktivitas pembinaan anak. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar anak dalam memainkan rebana maulid serta membentuk kelompok maulid anak yang dapat berlatih dan tampil secara berkelanjutan. Sasaran kegiatan berjumlah 10 anak. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahap persiapan, pengenalan seni rebana dan maulid, demonstrasi teknik dasar, latihan individual dan kelompok, pendampingan, serta evaluasi melalui observasi dan unjuk kerja serta membentuk Group Maulid anak-anak. Materi meliputi pengenalan fungsi rebana, posisi memegang alat, teknik pukulan dasar, pengaturan tempo, kekompakan antarpemain, pembagian peran, serta latihan iringan shalawat/maulid. Kegiatan dilaksanakan setiap malam setelah salat Magrib mulai bulan Juni-Juli 2026 dengan melibatkan 10 anak. Hasil evaluasi observasi menunjukkan bahwa 10 anak telah mampu memainkan teknik pukulan dasar rebana dan 10 peserta mengikuti kegiatan secara konsisten. Kegiatan ini menghasilkan satu grup maulid anak yang dipersiapkan untuk melanjutkan latihan dan berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan masyarakat.Selain keterampilan teknis, latihan kelompok memberikan ruang bagi anak untuk belajar disiplin, kerja sama, percaya diri, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap seni keagamaan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan rebana dapat menjadi bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis seni keagamaan yang sekaligus mendukung kaderisasi pelaku seni maulid sejak usia anak. Keberlanjutan program diarahkan melalui latihan rutin, pendampingan orang tua dan tokoh masyarakat, serta kesempatan tampil pada kegiatan keagamaan di Desa Bincau.
Abstract
This community service program was motivated by the importance of providing children with a creative religious learning environment while preserving the continuity of tambourine music and the tradition of maulid recitation within the community. Bincau Village, Martapura, Banjar Regency, has a socio-religious environment that offers opportunities to develop maulid arts as an activity for children's development. This program aimed to improve children's basic knowledge and skills in playing tambourines for maulid performances and to establish a children's maulid group capable of practicing and performing sustainably. The program involved 10 children. The implementation method employed a participatory approach consisting of preparation, an introduction to tambourine and maulid arts, demonstrations of basic techniques, individual and group practice, mentoring, and evaluation through observation and performance assessment. The training materials covered the functions of tambourines, proper instrument-holding positions, basic striking techniques, tempo control, coordination among players, role distribution, and practice accompanying shalawat and maulid recitations. The activities were conducted every evening after the Maghrib prayer for one month, involving 10 children. Observational evaluation results showed that ten children were able to perform basic tambourine striking techniques, while all 10 participants attended the activities consistently. The program resulted in the establishment of one children's maulid group intended to continue practicing and participate in community religious activities. Beyond technical skills, group practice provided opportunities for children to develop discipline, cooperation, self-confidence, responsibility, and appreciation for religious arts. This program demonstrates that tambourine training can serve as a form of community empowerment based on religious arts while supporting the regeneration of maulid performers from an early age. Program sustainability will be supported through regular practice sessions, mentoring by parents and community leaders, and opportunities to perform at religious events in Bincau Village.
Downloads
References
Afnanda, M., & Al Habsyi, F. M. (2025). Implementasi Kegiatan Maulid Al-Habsyi Di Pondok Pesantren Waratsatul Fuqaha Banjarbaru. Tarbiyah Darussalam: Jurnal Ilmiah Kependidikan Dan Keagamaan, 9(01), 26–35. https://doi.org/10.58791/tadrs.v9i01.224
Fahmi, N., Rohmawati, E., & Milah, M. U. Q. (2023). Pendampingan Kreativitas Santri Melalui Pelatihan Rebana, Kaligrafi, dan Khithobiyah di Pondok Pesantren Sunan Drajat 7 Gesikharjo Palang Tuban. Santri : Journal of Student Engagement, 2(1), 14–26. https://doi.org/10.55352/santri.v2i1.225
Ikrima, A., Khaerizakia, N., Shidqi, I. L. L., Wulansari, D., Nafi’, Z. B. Z., & Novitasari, N. (2023). Pelatihan Rebana Melalui Sekolah Iqsan Sebagai Upaya Kaderisasi Mtq Desa Sumberarum. ABDIPRAJA (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat), 4(2), 65–70. https://doi.org/10.31002/abdipraja.v4i2.7925
Ilmanuha, M. G. Z., & Suprihatiningsih, S. (2025). Pengembangan Life Skill Generasi Alpha Melalui Pelatihan Seni Rebana. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 9(5), 6141–6152. https://doi.org/10.31764/jmm.v9i5.34783
Kurniawan, M. R., & Surawan, S. (2024). Pembinan Maulid Habsy Pada Siswa Sman 2 Palangka Raya Guna Melestarikan Kesenian Islam. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI), 2(1), 213–220. https://doi.org/10.62017/jpmi.v2i1.2465
Manggau, A., Azis, M., Azis, F., Marsella, M., Wafi, M. I. A., Rahmania, R., & Wahyuni, S. (2022). Menggali dan Mengembangkan Potensi Kesenian di Desa Lerang dengan Mengadakan Pelatihan Kesenian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara, 4(3), 109–115. https://doi.org/10.57214/pengabmas.v4i3.144
Maulana, R. I., & Assiddiqi, E. T. (2025). Muludan And Hadrah: A Living Tradition And Youth Identity In Pabuaran, Subang. Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam, 22(2), 78–88. https://doi.org/10.15575/al-tsaqafa.v22i2.51664
Nordiana, L. (2023). Tradisi Maulid Nabi Muhammad Dalam Sastra Banjar. TASHWIR, 11(2), 125–136. https://doi.org/10.18592/jt.v11i02.11507
Nurhamidah, W. I., Ricardo, D., & Ratnasari, D. (2026). Baayun Maulid Sebagai Living Hadith: Islamisasi Dan Akulturasi Budaya Dalam Masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan. Nusantara; Journal for Southeast Asian Islamic Studies, 22(1), 14–25. https://doi.org/10.24014/nusantara.v22i1.39444
Prayogi, A., Anwar, S., Defi, M. A., Zulfa, N., Ananda, D. F., Azzahra, K., Fakhizati, U., Zahara, M., Aisyi, R., Mukaromah, M., & Itsnaini, A. R. (2023). Pelatihan dan Pendampingan Hadrah Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Keterampilan Kesenian Islam Siswa di SMP Negeri 1 Bojong Kabupaten Pekalongan. Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia, 2(8). https://doi.org/10.5281/zenodo.10069979
Rachman, M. R., Widyaningrum, A., & Wakhyudin, H. (2021). Karakter Religius Melalui Pendidikan Seni Dalam Ekstrakurikuler Rebana SDN Batu 1 | DIKDAS MATAPPA: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar.
Waroh, M., Arisanti, K., & Herwati, H. (2023). Penguatan Nilai–Nilai Karakter Siswa Melalui Kegiatan Ekstrakulikuler Hadrah. TA’LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam, 12(1), 70–77. https://doi.org/10.32478/talimuna.v12i1.1433




