MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENERAPKANPEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW MELALUI SUPERVISI KLINIS DI SMPN 1 AROSBAYA

  • Moh. Syafi’I SMPN 1 Arosbaya

Abstract

ABSTRAK
Permendiknas nomor 41 tahun 2007 tentang standar proses, mengamanatkan proses belajar siswa tidak hanya mencatat dan menghafal, siswa belajar secara aktif dan menyenangkan. Anak belajar bukan hanya mengenal tetapi harus aktif, belajar harus dalam suasana yang menyenangkan. Untuk itu agar pembelajaran menyenangkan guru harus kreatif. Paradigma baru pembelajaran menekankan siswa harus mengkonstruksi sendiri pengetahuan, siswa menemukan mengkonstruksi dan memaknai pengetahuan yang diperolehnya, sehingga pengetahuan akan maeningful
siswa.Namun kenyataannya proses pembelajaran berlangsung secara konvensional. Pembelajaran kooperatif Jigsaw merupakan salah satu alternatif uintuk memecahkan masalah tersebut. Penelitian ini adalah sebuah penelitian tindakan kelas dengan hasil sebagai berikut: 1) siklus pertama tingkat keberhasilan dalam penyusunan RPP mencapai 50%, 2) siklus kedua mencapai 75%, 3) siklus ketiga mencapai 100 %. Dalam melaksanakan proses pembelajaran pada pertama tingkat keberhasilan 42 % siklus kedua 67 % dan pada siklus ketiga 100%. Kesimpulan yang diambil adalah bahwa 1).Supervisi Klinis dapat meningkatkan kemampuan guru di SMPN 1 Arosbaya Bangkalan dalam menyusun RPP sesuai dengan pembelajaran kooperatif jigsaw, 2). Supervisi Klinis dapat meningkatkan kemampuan guru di SMP Negeri 1 Arosbaya Bangkalan dapat meningkatkan kemampuan guru di SMP Negeri 1 ArosbayaBangkalan dalam menerapkan pembelajaran Kooperatif Jigsaw.



Kata Kunci: Pembelajaran Jigsaw, supervisi Klinis, Kemampuan guru.


ABSTRACT
The education ministry rules number 41 year 2007 about the process standard of students learning is not only noting and memorizing but also learning actively and fun. The students must be active and learning in fun situation. For that purpose, the teacher must be a creative teacher. The new paradigm of teaching emphasizes the students to construct their knowledge. The students construct and give meaning to the knowledge they gain so that the knowledge is meaningful for the students. In fact, the learning still ran conventionally. Jigsaw collaborative learning is one of many ways in solving the problem. This research is an action research with the following results: 1) the first circle achievement in arranging lesson plan is 50%, 2) the second circle is 75%, and 3) the third circle is 100%. In implementing the learning process, the achievements are 42% for the first circle, 67% for the second circle, and 100% for third circle. The conclusions are the clinic supervision could develop the teachers of SMPN 1 Arosbaya in arranging lesson plan, the clinic supervision could develops the teacher of SMPN 1 Arosbaya Bangkalan teaching skill in implementing jigsaw collaborative learning


Key words: Jigsaw Collaborative Learning, clinic supervision, teacher skill

Published
2020-04-09
How to Cite
SYAFI’I, Moh.. MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENERAPKANPEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW MELALUI SUPERVISI KLINIS DI SMPN 1 AROSBAYA. JURNAL KOULUTUS, [S.l.], v. 3, n. 1, p. 76-93, apr. 2020. ISSN 2620-6277. Available at: <http://ejournal.kahuripan.ac.id/index.php/koulutus/article/view/322>. Date accessed: 09 july 2020.