PEMBELAJARAN BERORIENTASI AKTIVITAS SISWA (PBAS) MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DENGAN PENDEKATAN KEMITRAAN

  • Dyah Ayundawati Pengawas SMP Kabupaten Blitar

Abstract

ABSTRAK


 


Dalam paradigma baru pembelajaran dijelaskan bahwa pembelajaran harus dapat menumbuhkan siswa untuk aktif mencari, menemukan dan mengkonstruksikan pengetahuan,model pembelajaran yang menekankan siswa untuk mendengarkan, mencatat, mengahafal kemudian ulangan sudah selayaknya ditinggalkan para guru kita. Permasalahan yang diangkat dirumuskan sebagai berikut :Apakah Supervisi akademik dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran PBAS, pada beberapa SMP dalam wilayah binaan di Kabupaten Blitar Tahun Pelajaran 2016/2017? Subyek penelitian dalam hal ini adalah guru IPS dalam menerapkan PBAS pada SMP dalam wilayah binaan di Kabupaten Blitar Tahun Pelajaran 2016/2017. Lokasi penelitiandi 10 (sepuluh) Sekolah , jumlah subyek penelitiannya dua puluh orang guru. Dari sepuluh subyek penelitian tersebut semuanya adalah mata pelajaran IPS, dan rata-rata guru yang besangkutan telah mempunyai masa kerja diatas 5 tahun.Hasil penelitian per siklus diketahui bahwa dengan menggunakan supervisi akademik dengan pendekatan kemitraan siklus pertama tingkat keberhasilan dalam menyusun RPP mencapai 50%,sedangkan siklus kedua mencapai 70% dan pada siklus ketiga mencapai 100


%.Dalam melaksanakan proses pembelajaran pada siklus pertama tingkat keberhasilan 50% sedangkan pada siklus kedua 75% dan pada siklus ketiga 90 %.Kesimpulan yang diambil adalah bahwa supervisi akademik dengan pendekatan kemitraan dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan PBASpada SMP dalam wilayah binaan di Kabupaten Blitar Tahun Pelajaran 2016/2017. Saran yang diberikan adalah: agar PBAS bisa diterapkan pada setiap mata pelajaran, Kegiatan mgmp juga perlu ditingkatkan, Model supervisi akademis dengan pendekatan kemitraan hendaknya bisa diterapkan oleh semua pengawas sekolah.


 


Kata Kunci : Pembelajaran berorientasi aktivitas siswa (PBAS) ,Supervisi Akademik, kemitraan


 


 


ABSTRACT


 


In the new paradigm of learning explained that learning must be able to foster students to actively seek, find and construct knowledge, learning models that emphasize students to listen, take notes, memorize and then repeat tests should be abandoned by our teachers. The issues raised were formulated as follows: Can academic supervision improve the ability of teachers in implementing PBAS learning, in several junior high schools in the target areas in Blitar Regency 2016/2017 Academic Year? fostered in Blitar Regency 2016/2017 Academic Year. Research locations in 10 (ten) Schools, the number of research subjects was twenty teachers. All of the ten study subjects were social studies subjects, and the average teacher in question had a working period of more than 5 years. The results of the study per cycle note that by using academic supervision with the first cycle partnership approach the success rate in preparing the RPP reaches 50%, while the second cycle reaches 70% and in the third cycle reaches 100%. In carrying out the learning process in the first cycle the success rate is 50% whereas in the second cycle 75% and in the third cycle 90%. The conclusion drawn is that academic supervision with a partnership approach can improve the ability of teachers to apply PBAS to junior high schools in the target areas in Blitar in 2016/2017 Academic Year. The advice given is: so that PBAS can be applied to each subject, mgmp activities also need to be improved, the academic supervision model with a partnership approach should be able to be applied by all school supervisors.


Keywords: Student activity oriented learning (PBAS), Academic Supervision, partnership

Published
2019-10-12
How to Cite
AYUNDAWATI, Dyah. PEMBELAJARAN BERORIENTASI AKTIVITAS SISWA (PBAS) MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DENGAN PENDEKATAN KEMITRAAN. JURNAL KOULUTUS, [S.l.], v. 2, n. 2, p. 1-18, oct. 2019. ISSN 2620-6277. Available at: <http://ejournal.kahuripan.ac.id/index.php/koulutus/article/view/261>. Date accessed: 12 dec. 2019.